INSIMA NEWS —Institut Agama Islam (INSIMA) K.H. Sufyan Tsauri Majenang kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Moderasi Beragama terdepan dengan menggelar seminar kebangsaan bertajuk “Menjaga Harmoni dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika” pada Rabu (23/9/2026). Berlangsung di auditorium kampus, kegiatan strategis ini merupakan wujud nyata Implementasi Kerja Sama (MoU/MoA) antara INSIMA, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cilacap, dan Kementerian Agama RI.
Seminar lintas iman ini menghadirkan narasumber otoritatif, di antaranya Rektor INSIMA Dr. H. Masngudi, M.E.I., Romo Bonifasius Abbas, Pr. (Gereja Santa Theresia Majenang), Ketua FKUB Fahrurozy, M.Hum., serta budayawan Faisal Kamandobat, M.Hum. Turut hadir perwakilan pemuka enam agama dan penghayat kepercayaan—Slamet Anwar (Konghucu), Muslam (Penghayat), Drs. Susilo MM (Islam), Eko Syahputra S.E (Buddha), dan Joko Warsito (Hindu)—serta ratusan pelajar dan mahasiswa lintas institusi sedistrik Majenang. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat ini secara langsung mengukuhkan identitas INSIMA sebagai Kampus Kosmopolit yang inklusif dan membumi.
Dukungan KEMENAG RI melalui Kemenag Cilacap dalam forum ini tidak hanya berhenti pada selebrasi kerukunan administratif. Berbagai dialektika kritis yang muncul dari mahasiswa dan pemateri—khususnya terkait pergeseran problem keagamaan ke arah krisis ekonomi dan struktural umat—diproyeksikan untuk memantik program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berkelanjutan.
Menguatkan visi INSIMA Kampus Progresif Moderatif tersebut, budayawan Faisal Kamandobat menegaskan kembali akar historis berdirinya institusi ini sebagai pijakan moral. Faisal mengingatkan bahwa Yayasan Sufyan Tsauri sedari awal tidak didirikan secara eksklusif oleh keluarga, melainkan diprakarsai dan dibangun lewat gotong royong para simpatisan, santri, serta jejaring alumni gerilya Kyai Sufyan Tsauri. Spirit kolektif lintas elemen inilah yang kini terus dirawat oleh INSIMA; mengubah retorika toleransi simbolik menjadi laku nyata untuk merespons ketertindasan struktural dan mengupayakan keadilan ekonomi bagi masyarakat luas.














