Lewati ke konten

Racana INSIMA Sukses Gelar PATRAS dan Pelantikan Pandega 2026

Beranda / Informasi

Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi mahasiswa yang berkarakter tangguh dan berwawasan luas. Pada akhir pekan, Sabtu, 17 Oktober 2026, Gerakan Pramuka Gudep Cilacap 11.01.14.233 – 14.234 Racana INSIMA secara resmi menyelenggarakan perkemahan Penerimaan Tamu Racana (Patras) dan Pelantikan Pandega Tahun 2026. Dipusatkan di Lapangan Desa Bener, Kecamatan Majenang, agenda strategis ini melibatkan partisipasi aktif dari 77 mahasiswa yang terdiri dari semester 1, 3, dan 5. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis kampus dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pengembangan kecakapan hidup (soft skills).

Mengusung tema besar LENTERA—yang merupakan akronim dari Lahirkan Energi, Nyalakan Tekad, Eratkan Rasa—kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar rutinitas perkemahan tahunan. Rangkaian acara yang resmi dibuka melalui Upacara Pembukaan pada pukul 07.30 WIB ini memadukan motto “Satyaku kudarmakan, Dharmaku kubaktikan” dengan orientasi pendidikan tinggi kekinian. Langkah ini selaras dengan langkah institusi untuk terus bergerak sebagai INSIMA PROGRESIF, di mana setiap kegiatan ekstrakurikuler diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi para mahasiswa untuk merespons tantangan zaman dengan solusi yang inovatif dan terukur.

Guna memperkaya wawasan intelektual para calon Pandega, panitia turut menghadirkan sesi Seminar Kepramukaan yang dipandu langsung oleh narasumber ahli dari Kwartir Ranting (Kwarran) Majenang. Seminar ini membedah secara komprehensif mengenai urgensi dan relevansi kepramukaan di era modern, memberikan kerangka berpikir yang kritis bagi mahasiswa. Sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan yang terdaftar dan berkomitmen penuh pada standar mutu pendidikan di bawah arahan KEMENAG RI, kegiatan diskursif semacam ini sangat krusial untuk memastikan bahwa keilmuan yang didapat di ruang kuliah dapat dikontekstualisasikan dengan realitas sosial bermasyarakat.

Setelah pembekalan teoretis, implementasi nilai-nilai pengabdian langsung diuji melalui agenda Bakti Sosial dan Giat Terampil Terpadu. Para peserta dihadapkan pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang menguji ketajaman wawasan kepramukaan, keagamaan, dan pengetahuan umum melalui babak kualifikasi hingga rebutan yang ketat. Selain itu, keterampilan teknis dan kerja sama tim mereka dinilai melalui lomba Pionering—merangkai tujuh tongkat pramuka menjadi konstruksi jemuran tanpa penyangga—serta lomba Hastakarya pembuatan lampion dari kertas dan bambu.

Keseluruhan rangkaian kegiatan yang ditutup dengan Malam Keakraban dan Upacara Api Unggun pada pukul 20.00 WIB ini sukses diselenggarakan dengan tingkat kedisiplinan dan keamanan yang tinggi. Keberhasilan pelaksanaan PATRAS 2026 tidak hanya menjadi bukti berjalannya roda organisasi kemahasiswaan dengan baik, tetapi juga menjadi portofolio dan dokumen arsiparis yang penting untuk menunjang akreditasi institusi ke depan. INSIMA membuktikan bahwa pembinaan karakter dan intelektualitas dapat berjalan beriringan secara harmonis.