MAJENANG, CILACAP – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sufyan Tsauri Majenang menorehkan catatan penting dalam perjalanannya dengan menyelenggarakan Seminar Internasional berskala besar pada Senin, 4 September 2023. Acara yang digelar di aula utama kampus ini menjadi momentum ganda yang bersejarah: sebagai forum akademis global sekaligus peresmian (launching) program studi baru yang sangat dinantikan, yaitu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Mengusung semangat kolaborasi dan pertukaran ilmu, seminar ini berhasil menghadirkan aliansi akademis dari enam institusi pendidikan tinggi terkemuka di kawasan Asia. Kolaborator yang terlibat antara lain:
Ma’had Assaqofah Al-Islamiah (The Education Of Islamic School), Pattani, Thailand
Yancheng Institute of Technology, Tiongkok
Imam Husain Foundation, Arab Saudi
Emilio Aguinaldo College, Filipina
Universitas Sains Islam Malaysia (USIM)
Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA), Cilacap, Indonesia
Kehadiran perwakilan dari berbagai negara ini menjadikan seminar sebagai wadah strategis untuk memperkuat jaringan internasional dan mempromosikan dialog keilmuan lintas budaya.
Wadah Diskusi Akademis dan Publikasi Riset Internasional
Seminar ini dirancang secara khusus untuk memberikan manfaat maksimal bagi komunitas akademis. Salah satu sorotan utama adalah sesi diskusi panel yang mengupas “Corak Pendidikan di Arab dan Indonesia”. Sesi ini memberikan wawasan komparatif yang mendalam tentang filosofi, kurikulum, dan tantangan yang dihadapi oleh sistem pendidikan di dua kawasan dengan pengaruh Islam yang kuat. Para peserta mendapatkan pemahaman baru tentang praktik terbaik yang dapat diadopsi untuk kemajuan pendidikan.
Lebih dari itu, acara ini juga berfungsi sebagai platform bergengsi bagi para dosen dan peneliti. Mereka diberi kesempatan untuk mempresentasikan berbagai hasil penelitian mutakhir di hadapan audiens internasional. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pengalaman dan pemahaman terhadap beragam disiplin ilmu, tetapi juga membuka pintu bagi potensi kolaborasi riset antar negara di masa depan.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Sufyan Tsauri Majenang menyatakan, “Hari ini adalah bukti komitmen kami untuk tidak hanya menjadi menara air di tingkat lokal, tetapi juga menjadi mercusuar ilmu di panggung global. Seminar ini adalah jembatan yang menghubungkan para pemikir dari berbagai negara, sementara peluncuran prodi PGMI adalah fondasi kami untuk membangun masa depan pendidikan dasar Islam yang unggul.”
Peluncuran Prodi PGMI: Jawaban Atas Kebutuhan Tenaga Pendidik Profesional
Momen puncak dari acara ini adalah peresmian Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Peluncuran ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh seluruh hadirin, menandai langkah strategis STAI Sufyan Tsauri Majenang dalam menjawab kebutuhan mendesak akan guru-guru MI/SD yang profesional, kompeten, dan berkarakter.
Seorang perwakilan dari Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) yang hadir sebagai pembicara mengungkapkan apresiasinya. “Kami sangat terkesan dengan visi STAI Sufyan Tsauri. Menggabungkan forum ilmiah internasional dengan peluncuran program studi baru menunjukkan pandangan jauh ke depan. Ini adalah cara efektif untuk memastikan bahwa program yang dibuka relevan dengan tantangan dan standar global,” ujarnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan seminar internasional dan peluncuran prodi PGMI, STAI Sufyan Tsauri Majenang menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang dinamis, inovatif, dan siap berkontribusi secara signifikan bagi pengembangan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional.














