Sejarah Berdiri

Kehadiran Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sufyan Tsauri Menang tidak bisa dipisahkan dari Yayasan Kyai Haji Sufyan Tsauri. Hal ini dikarenakan lembaga perguruan tinggi ini berada di bawah naungan Yayasan Kyai Haji Sufyan Tsauri Majenang, sebagai upaya dan ikut berperan dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa melalui jalur formal, telah dilaksanakan oleh Yayasan sejak usia erdirinya, tahun 2008. Pendidikan formal yang berdasarkan pancasila yag mempunyai tujuan meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Haha Esa melalui program dasar pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Kyai Haji sufyan Tsauri yang berada di wilayah Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Propinsi Jawa Tengah.

Gagasan mendirikan STAI Sufyan Tsauri Majenang adalah melihat banyaknya mahaswa yang berasal dari wilayah kabupaten Cilacap bagian barat yang studi jauh ke luar kota. Hal ini dipandang perlu ditindaklanjuti untuk menampung aspirasi masyarakat agar mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi dengan jarak tempuh yang relatif dekat dan dapat dilakukan bagi yang sudah bekerja.

Nama perguruan tinggi ini diambil dari nama yayasan yang menaungi, yaitu Yayasan Kyai Haji Sufyan Tsauri, dimana nama Sufyan Tsauri adalah tokoh pendidikan dan pejuang nasional yang menetap dan mengembangan pendidikan pesantren di wilayah Majenang.

Kehadiran STAI Sufyan Tsauri Majenang  diawal berdirinya pada Tahun 2008, yang dikelola oleh Yayasan Kyai Haji Sufyan Tsauri Majenang dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. Dj.I/302/2008 tanggal tanggal 4 September 2008. Pada awalnya  membuka 2 (dua) Jurusan dan 2 program studi jenjang strata 1 (satu), yaitu :

  1. Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan
  2. Jurusan Syariah Program Studi Ekonomi Syariah.

Dalam perjalanannya selama 6 (enam)  tahun STAI Sufyan Tsauri Majenang sudah mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas keberadaannya. Setahap demi setahap dan dengan penuh kepastian mampu mendobrak kemacetan dan mengejar ketertinggalan. Keadaan fisik dan fasilitas kampus serta sistem pelayanan maupun pembinaan akademik dan kemahasiswaannya dapat berkembang. Bahkan dengan kenaikan status, jumlah tenaga pengajar tetap dan jumlah mahasiswa terus meningkat per tahun akademik.

Kedua program studi STAI Sufyan Tsauri Majenang pada tahun keempat telah memberanikan diri untuk diaudit oleh BAN-PT dengan mendapatkan status terakreditasi C. Adapun berkaitan dengan Akreditasi Institusi, STAI Sufyan Tsauri Majenang juga sudah diaudit oleh BAN-PT satu tahun kemudian yaitu pada tahun 2015 dengan status akreditasi C, hingga saat ini STAI Sufyan Tsauri Majenang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam Swasta di Jawa Tengah yang telah melakukan akreditasi institusi. Tahun 2015 STAI Sufyan Tsauri Majenang telah mendapatkan ijin operasional pembukaan 1 prodi baru yaitu Prodi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA), yang kemudian berubah nama menjadi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Pada tahun 2022 STAI Sufyan Tsauri Majenang Kembali mengajukan pembukaan program studi sebanyak 3 (tiga) program studi. Pengajuan pembukaan program studi baru bertujuan untuk memperluas khazanah keilmuan yang dapat ditempuh di STAI Sufyan Tsauri Majenang, yang sedang berupaya mengajukan alih status menjadi Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang. Kemudian pada tahun 2023 telah resmi dibuka 3 (tiga) program studi yang dimaksud diatas, yaitu Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Pendiidkan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Kehadiran 3 (tiga) program studi baru tersebut memicu semangat civitas akademika untuk melakukan alih bentuk menjadi Institut. Hingga pada akhirnya pada tanggal 24 Juni 2025 ditetapkan Keputusan Menteri Agama nomor 661 Tahun 2024 tentang Alih Bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang menjadi Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang yang kemudian dibuat singkatan INSIMA.