Kuala Lumpur, 2 September 2025 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang berhasil menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Keuangan Dini: Cerdas Mengatur Uang” bagi anak-anak Sekolah SB At-Tanzil di Kampung Lindungan, Malaysia. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (2/9/2025) ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), yang bertujuan untuk menanamkan literasi keuangan sejak dini kepada generasi muda.
Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 waktu setempat tersebut dipandu oleh Indah Riski P sebagai moderator dan menghadirkan Umi Ma’rifah sebagai narasumber utama, keduanya merupakan mahasiswa peserta KKN Internasional INSIMA. Melalui metode interaktif, mereka mengajarkan anak-anak cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari, dengan penekanan pada pentingnya mengelola uang secara bijak sejak usia dini.

“Anak-anak perlu memahami bahwa tidak semua hal yang diinginkan harus dipenuhi. Dengan belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang hemat, cerdas finansial, dan mampu mengambil keputusan dengan bijak,” jelas Umi Ma’rifah dalam pemaparan materinya. Kegiatan ini dihadiri dengan antusias oleh puluhan anak-anak yang aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan permainan edukatif.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, narasumber juga menyelenggarakan kuis interaktif berjudul “Tebak Kebutuhan atau Keinginan” yang menggunakan gambar-gambar menarik. Melalui aktivitas ini, anak-anak diajak untuk mengidentifikasi berbagai benda dan jasa yang mereka temui sehari-hari, sambil belajar memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan. Respons positif terlihat dari semangat mereka dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, di mana anak-anak dengan bangga menunjukkan hasil lembar kerja yang telah mereka isi. Para peserta mengaku senang dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami, sementara guru dan perwakilan SIKL memberikan apresiasi atas inisiatif program yang dinilai sangat bermanfaat bagi masa depan anak.
Diharapkan, kegiatan edukasi keuangan dini ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga menanamkan fondasi yang kuat bagi anak-anak dalam mengelola keuangan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang finansial literat dan bertanggung jawab di masa depan. Keberhasilan program ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara INSIMA, KBRI Kuala Lumpur, dan SIKL dalam mendukung pendidikan anak Indonesia di Malaysia.














