
Cilacap — Dalam rangka penguatan karakter peserta didik serta implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), telah dilaksanakan kegiatan Sarasehan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Media Sosial: Antara Ekspresi Diri atau Hanya Sekadar Eksistensi” pada Jumat, 31 Oktober 2025, bertempat di Masjid SMA Negeri 1 Cipari.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini menghadirkan Kartika Wanojaleni, M.Ag sebagai narasumber. Sarasehan diikuti oleh siswa-siswi SMA N 1 Cipari dengan antusias, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital, etika bermedia sosial, serta penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.
Dalam pemaparannya, Kartika Wanojaleni menjelaskan bahwa media sosial merupakan ruang ekspresi yang sangat terbuka bagi remaja, namun perlu diiringi dengan karakter, etika, dan tanggung jawab. “Media sosial sejatinya adalah alat. Ia bisa menjadi sarana ekspresi diri yang positif, edukatif, dan inspiratif, tetapi juga dapat berubah menjadi sekadar ajang eksistensi semu jika tidak dibarengi dengan nilai dan kesadaran diri,” ujarnya.

Materi sarasehan disusun berbasis Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi beriman dan berakhlak mulia, bernalar kritis, kreatif, serta berkebinekaan global. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya moderasi beragama dalam bermedia sosial, seperti sikap toleran, adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam mengekspresikan pendapat di ruang digital.
Sarasehan PKM ini juga dikaitkan dengan tema-tema P5 di SMA, antara lain Suara Demokrasi, Bhinneka Tunggal Ika, dan Bangunlah Jiwa Raganya. Peserta didik diajak berdiskusi mengenai cara menyampaikan pendapat secara santun di media sosial, menghargai perbedaan, serta menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik SMA N 1 Cipari mampu menjadi pelajar Pancasila yang cakap digital, tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga bijak, beretika, serta mampu menjadikan media sosial sebagai sarana pembelajaran dan penguatan karakter, bukan sekadar pencarian popularitas.
Kegiatan sarasehan PKM ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, moderat, dan siap menghadapi tantangan era digital














