CILACAP, 24 Februari 2026 – Dalam upaya mengakselerasi pembangunan daerah berbasis data (evidence-based policy), Institut Agama Islam Amanah (INSIMA) mengambil peran sentral dalam merumuskan arah kebijakan Kabupaten Cilacap. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FSEBI), ‘Ainul Imronah, M.E., bersama Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Pipit Muliyah, M.Pd., bersam Jaringan Penelitian (Jarlit) Kabupaten Cilacap Tahun 2026.
Pertemuan strategis yang berlangsung di BAPPEDA Cilacap. Forum tersebut mempertemukan pemikiran akademis dengan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk menyusun instrumen kebijakan masa depan yang berdampak langsung pada masyarakat. Formulasi Strategis RPJMD 2026-2028 Dalam forum tersebut, delegasi INSIMA memberikan tinjauan kritis dan masukan substantif terhadap peta jalan pembangunan, khususnya dalam menyongsong target tahun 2028 melalui dua pilar utama.
Transformasi Digital dan Tata Kelola: Mendorong implementasi birokrasi “Smart Berbasis Digital” dengan target pelayanan publik 0 km. Fokus ini mencakup penguatan manajemen talenta ASN berbasis merit system serta peningkatan integritas aparatur melalui kapabilitas APIP.
Akselerasi Ekonomi dan Ketahanan Pangan: Merumuskan strategi pemantapan ekonomi di wilayah potensi baru, termasuk penguatan peran Koperasi Merah Putih, pengembangan agrowisata terintegrasi, serta pemantapan Cilacap sebagai lumbung pangan pendukung Jawa Tengah.
















