Senin, 21 September 2026, menjadi saksi bisu bersatunya harmoni birokrasi dan semangat pengabdian di Pendopo Wijaya Kusuma Sakti Cilacap. Udara pagi itu mengiringi prosesi khidmat pengukuhan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Cilacap. Seremoni ini bukan sekadar pergantian struktur, melainkan manifestasi dari upaya kolektif memperkuat fungsi pengawasan serta merawat tata kelola pemerintahan desa yang beradab di seluruh penjuru Kabupaten Cilacap.
Momentum pelantikan ini disaksikan secara langsung oleh jajaran pemangku kebijakan daerah, meliputi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), hingga Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cilacap, Dr. Irfan Jaya, S.H., M.H. Secara istimewa, tampuk amanah tersebut dikukuhkan langsung oleh Ketua ABPEDNAS Provinsi Jawa Tengah, Bapak Nur Kholik.

Di tengah deretan pengurus yang dilantik, terukir sebuah catatan kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika kampus di ujung barat Cilacap. Kepengurusan DPC ABPEDNAS Cilacap periode ini secara progresif diperkuat oleh kehadiran unsur akademisi, yakni dua dosen dari Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA), ‘Ainul Imronah, M.E. dan Agus Subiyanto, M.Pd. Kehadiran dua pendidik ini membawa spirit untuk menginjeksi pendekatan akademis, analitis, sekaligus inovatif dalam merumuskan ragam kebijakan strategis di tingkat desa.
Langkah turun gunung ini adalah representasi paling nyata dari cita-cita luhur institusi. Sebagai perguruan tinggi yang bernaung di dalam ekosistem pendidikan tinggi Kementerian Agama RI, INSIMA menolak untuk sekadar berdiam di menara gading keilmuan. Kiprah ini membuktikan komitmen untuk menerapkan pengabdian masyarakat berbasis riset, guna memberikan kontribusi yang riil dalam membangun masyarakat yang adil, sejahtera, dan berperadaban. Realitas ini mengukuhkan wajah INSIMA sebagai pusat dialektika “The Digital Hub of Islamic Humanism”, di mana teori kelas dihidupkan dalam praksis pemberdayaan masyarakat.
Jalan pengabdian para pengurus DPC ABPEDNAS Cilacap yang baru ini diikat oleh sebuah komitmen besar: “Melaksanakan fungsi jaga desa, bersinergi menyerap aspirasi, dan berkolaborasi membangun negeri”. Resolusi ini diproyeksikan mampu menyuntikkan energi proaktif bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mendampingi dan mengawasi laju roda pemerintahan di akar rumput.
Harapan luhur ini disambut dengan apresiasi tinggi dari Plt. Bupati Cilacap. “Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang hari ini resmi dikukuhkan,” ungkapnya, sembari menitipkan asa agar ABPEDNAS konsisten menjadi mitra strategis yang solid dan jembatan aspirasi warga desa demi merengkuh kemandirian masyarakat.
Senada dengan itu, Dr. Irfan Jaya, S.H., M.H., turut menebalkan garis pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Sentuhan hukum sangat esensial dalam memberikan pendampingan, memastikan setiap tetes pengelolaan dana desa mengalir secara akuntabel, transparan, dan steril dari segala potensi penyimpangan.
Pada puncaknya, peleburan antara kebijaksanaan praktisi desa dan nalar kritis akademisi ini menjadikan ABPEDNAS Kabupaten Cilacap di bawah komando Bapak Nur Kholik sebagai pemegang asa yang besar. Mereka diharapkan menjelma menjadi motor penggerak transformasi peradaban desa yang semakin tangguh, inklusif, dan berkemajuan.














