
Majenang, 22 September 2026 — Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam KH. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang mendiseminasikan pengalaman pengabdian pendidikan internasional di Malaysia dalam Sharing Session Labsos Internasional bersama mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan program pembelajaran dan pengabdian kepada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di Sanggar Bimbingan (SB) Malaysia.
Sharing Session Labsos Internasional dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 22 September 2026, pukul 14.00–15.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari ruang pertukaran pengalaman antarmahasiswa dalam menjalankan kegiatan pembelajaran dan pengabdian di lingkungan internasional. Melalui kegiatan tersebut, pengalaman mahasiswa FTIK INSIMA selama melaksanakan pengabdian di Malaysia dapat dibagikan kepada mahasiswa UNU Yogyakarta sebagai bahan pembelajaran dan refleksi.
Dalam kegiatan tersebut, Renal Adam Rizki dan Sadzilda Nubnaya, mahasiswa FTIK INSIMA, hadir sebagai narasumber. Renal Adam Rizki melaksanakan pengabdian di Sanggar Bimbingan (SB) Pantai Dalam, Malaysia, sedangkan Sadzilda Nubnaya melaksanakan pengabdian di SB Broga, Malaysia. Keduanya membagikan pengalaman mulai dari persiapan sebelum keberangkatan, pelaksanaan program kerja, berbagai hambatan yang ditemui, hingga pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti program pembelajaran luar kampus internasional.
Pelaksanaan pengabdian tersebut juga melibatkan mahasiswa FTIK INSIMA lainnya. Di SB Pantai Dalam, Renal Adam Rizki bersama Muhammad Aqil melaksanakan kegiatan pengabdian dengan pendampingan Bapak Dr. Frendi Fernando, M.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sementara itu, di SB Broga, Sadzilda Nubnaya bersama Indri Novianti Intan Cahyani dan Azizah Zahra Santoso melaksanakan kegiatan pengabdian dengan pendampingan Ibu ‘Ainul Imronah, S.E., Sy., M.E. selaku DPL.
Pada sesi sharing, pembahasan diawali dengan persiapan mahasiswa sebelum melaksanakan pengabdian di Malaysia. Persiapan tersebut meliputi kesiapan diri, koordinasi dengan anggota tim, penyusunan program kerja, serta pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik dan lingkungan masyarakat setempat. Persiapan dilakukan agar program yang dirancang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing Sanggar Bimbingan.
Selanjutnya, para narasumber menjelaskan berbagai program kerja yang dilaksanakan selama pengabdian. Kegiatan tidak hanya berfokus pada pendampingan pembelajaran, tetapi juga mencakup penguatan pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, wawasan kebangsaan, serta pengenalan budaya Indonesia kepada anak-anak pekerja migran Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menciptakan proses pembelajaran yang interaktif dan memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kondisi peserta didik.
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa menghadapi berbagai hambatan dan tantangan di lingkungan pengabdian. Salah satunya adalah perbedaan budaya dan kebiasaan antara Indonesia dan Malaysia. Selain itu, keberagaman karakter dan kemampuan peserta didik serta kondisi lingkungan belajar turut menjadi bagian dari dinamika kegiatan. Untuk menghadapinya, mahasiswa melakukan penyesuaian, membangun komunikasi yang baik, serta mencari solusi secara bersama-sama agar kegiatan tetap dapat berjalan.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa. Dalam sharing session, para narasumber menyampaikan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti program pembelajaran luar kampus internasional perlu mempersiapkan diri dengan baik, memahami kebutuhan peserta didik dan masyarakat setempat, membangun komunikasi dengan mitra dan tim, serta terbuka terhadap perbedaan budaya. Pengalaman pengabdian di lingkungan internasional dapat menjadi ruang untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Kegiatan Sharing Session Labsos Internasional bersama mahasiswa UNU Yogyakarta menjadi bagian dari proses diseminasi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa FTIK INSIMA selama menjalankan pengabdian pendidikan di Malaysia. Melalui forum tersebut, pengalaman mahasiswa di SB Pantai Dalam dan SB Broga tidak hanya menjadi pengalaman bagi mahasiswa yang terlibat langsung, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa lain yang memiliki ketertarikan terhadap kegiatan pendidikan dan pengabdian di tingkat internasional.
Keterlibatan Renal Adam Rizki, Sadzilda Nubnaya, Muhammad Aqil, Indri Novianti Intan Cahyani, dan Azizah Zahra Santoso dalam pengabdian di Malaysia menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa FTIK INSIMA dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat. Dengan pendampingan Dr. Frendi Fernando, M.A. di SB Pantai Dalam serta Ibu ‘Ainul Imronah, S.E., Sy., M.E. di SB Broga, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran luar kampus sekaligus pengabdian pendidikan di lingkungan internasional.
Melalui Sharing Session ini, pengalaman pengabdian mahasiswa FTIK INSIMA di Malaysia dapat terus disebarluaskan sebagai pengetahuan dan pembelajaran bagi mahasiswa lainnya. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan dan pembelajaran dapat berlangsung melalui pengalaman langsung, interaksi lintas budaya, kolaborasi, serta keterlibatan mahasiswa dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.
INSIMA — Menguatkan Keilmuan, Menghadirkan Kemanfaatan.



