Cilacap, 7 Agustus 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam K.H Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) menggelar program swadaya berupa pelatihan pembuatan pakan fermentasi untuk ternak ruminansia jenis kambing di Balai Dusun Margodadi, Desa Sidamulya, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap pada 7 Agustus 2025. Kegiatan ini bekerja sama dengan Supriyono, S.E, Sy selaku praktisi ahli di bidang peternakan, serta menghadirkan drh. Nanang Faizun selaku dokter hewan yang memberikan penyuluhan kesehatan ternak secara langsung.
Program ini dilatarbelakangi oleh hasil survei mahasiswa KKN yang menemukan bahwa sebagian peternak kambing di desa masih mengandalkan pakan hijauan segar yang ketersediaannya terbatas saat musim kemarau. Kondisi ini membuat peternak harus bekerja lebih keras, mencari rumput sehari hingga dua kali untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Padahal, kualitas dan ketersediaan pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak.
Selain itu, hasil survei KKN INSIMA juga menemukan adanya kejadian luar biasa (KLB) di Dusun Margodadi, di mana sejumlah hewan ternak mati secara massal. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai penyebab, pencegahan, serta penanganannya. Untuk itu, mahasiswa KKN mengundang dokter hewan sebagai narasumber khusus guna memberikan penyuluhan, menjawab pertanyaan warga, dan memberikan edukasi langsung terkait manajemen kesehatan ternak yang benar.
Pada sesi pertama, dokter hewan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya manajemen kesehatan ternak. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan penyakit menular, pentingnya vaksinasi, pemberian vitamin, serta perawatan kandang agar tetap higienis. Dokter hewan juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap beberapa kambing milik warga, memberikan contoh identifikasi gejala penyakit sejak dini, dan menjelaskan cara penanganannya.
Dalam sesi kedua, praktisi peternakan memberikan materi dan praktik langsung kepada para peserta pelatihan yang terdiri dari peternak lokal. Peserta diajarkan mulai dari pemilihan bahan baku seperti gedebog pisang, dedak, molase, hingga penggunaan probiotik untuk mempercepat proses fermentasi. Selain itu, dijelaskan pula teknik pencampuran yang tepat, cara penyimpanan pakan agar tahan lama, serta tips menjaga kualitas nutrisi.

Para peternak mengikuti setiap tahap dengan antusias, bahkan ikut mencoba mencampur bahan dan mengemas pakan fermentasi dalam kantong kedap udara. Beberapa di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa pakan fermentasi tidak hanya meningkatkan nafsu makan kambing, tetapi juga dapat memperbaiki kualitas daging dan susu.Kepala Dusun Margodadi, Nur Hidayat Sidiq Pranoto, menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN INSIMA.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para peternak, terutama di tengah tantangan musim kemarau yang membuat pakan hijauan sulit didapat dan tenaga peternak terkuras untuk mencari rumput setiap hari. Ditambah lagi, kami baru saja menghadapi kejadian luar biasa kematian ternak di dusun ini. Dengan adanya pelatihan pakan fermentasi dan penyuluhan kesehatan dari dokter hewan, peternak kini memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga ketersediaan pakan sekaligus melindungi kesehatan kambing mereka,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap para peternak dapat menerapkan teknik pakan fermentasi secara berkelanjutan, sehingga ketersediaan pakan tetap terjamin meski di musim kemarau, biaya pakan dapat ditekan, dan produktivitas ternak meningkat. Sementara itu, penyuluhan kesehatan ternak dari dokter hewan diharapkan mampu menjawab kekhawatiran masyarakat pasca kejadian luar biasa kematian ternak di Dusun Margodadi, mengurangi risiko penyakit, serta menjaga kualitas hasil ternak.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, praktisi peternakan, dan tenaga medis hewan dapat memberikan solusi langsung terhadap masalah yang dihadapi peternak desa, sekaligus membawa dampak positif bagi sektor peternakan pedesaan.














