BerandaKabarMahasiswa MBS INSIMA Ikuti Kurasi Produk UMKM Bersama Indomaret, Perkuat Kompetensi Wirausaha...

Mahasiswa MBS INSIMA Ikuti Kurasi Produk UMKM Bersama Indomaret, Perkuat Kompetensi Wirausaha Syariah

CILACAP – Komitmen Institut Agama Islam KH. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing terus diwujudkan melalui berbagai pengalaman belajar di luar kampus. Salah satunya ditunjukkan oleh Wigiyanti, mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), mengikuti kegiatan Kurasi Produk UMKM Bersama Indomaret yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Cilacap bekerja sama dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) di Aula DPKUKM Kabupaten Cilacap, Rabu (3/6/2026).

Mengusung semangat “UMKM Cilacap Siap Naik Kelas!”, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program kurasi dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami sekaligus memenuhi standar yang diterapkan oleh jaringan ritel modern sehingga produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada kesempatan tersebut, Wigiyanti mempresentasikan produk usahanya di hadapan tim kurator dari Indomaret. Produk yang diajukan kemudian melalui proses penilaian secara menyeluruh yang meliputi kualitas produk, legalitas usaha, keamanan pangan, desain kemasan, kelengkapan informasi produk, hingga kesiapan kapasitas produksi yang berkelanjutan.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kompetensi yang dikembangkan di Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Selain memperoleh evaluasi langsung dari praktisi industri ritel, peserta juga mendapatkan masukan yang dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar pasar modern.

Wigiyanti mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru mengenai standar yang harus dipenuhi agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Saya memperoleh banyak pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kualitas produk, melengkapi legalitas usaha, memperbaiki desain kemasan, serta memahami standar yang diterapkan oleh ritel modern. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan usaha agar semakin profesional dan kompetitif,” ujarnya.

Salah satu nilai utama dari kegiatan kurasi ini adalah pendekatan pembinaan yang berkelanjutan. Peserta yang pada kurasi tahap pertama belum memenuhi seluruh persyaratan tidak langsung dinyatakan gugur. Tim kurator memberikan evaluasi, pendampingan, serta rekomendasi perbaikan yang harus dipenuhi oleh setiap peserta. Setelah melakukan penyempurnaan sesuai hasil evaluasi, peserta akan mengikuti kurasi tahap kedua sebagai proses penilaian lanjutan.

Melalui mekanisme tersebut, kurasi tidak hanya menjadi proses seleksi produk, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas nasional dan siap memasuki jaringan distribusi ritel modern.

Bagi Wigiyanti, pengalaman tersebut menjadi implementasi nyata dari ilmu yang dipelajari selama menempuh pendidikan di Program Studi Manajemen Bisnis Syariah INSIMA. Nilai-nilai bisnis syariah seperti kejujuran, kualitas, tanggung jawab, serta orientasi pada kemaslahatan menjadi landasan penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.

Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah INSIMA, Bayu Sudrajat, S. Esy., M.H.,  mengapresiasi partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mahasiswa pada program pembinaan UMKM diharapkan dapat memperkuat kompetensi kewirausahaan, memperluas jejaring dengan dunia industri, sekaligus membangun mental wirausaha yang inovatif dan profesional.

Keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai program pengembangan UMKM merupakan bagian dari komitmen INSIMA untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sehingga mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi tantangan dunia usaha.

“Setiap proses adalah pembelajaran. Setiap masukan adalah peluang untuk menjadi lebih baik.” Kalimat tersebut menjadi semangat yang terus dipegang Wigiyanti dalam mengembangkan produk usahanya agar semakin berkualitas, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments