
MAJENANG, CILACAP — Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) kembali menegaskan kiprahnya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang profesional, progresif, dan unggul melalui penyelenggaraan Majelis Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana di Cilacap, Sabtu (24/10/2026). Pasca-resmi beralih bentuk menjadi institut melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 661 Tahun 2024, momentum wisuda ini menjadi penanda kematangan ekosistem akademik INSIMA dalam menjawab disrupsi teknologi global sekaligus memperluas jejaring riset dan kewirausahaan tingkat internasional.
Sidang senat terbuka ini mengukuhkan 104 wisudawan dari tiga program studi, meliputi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 62 lulusan, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebanyak 20 lulusan, dan Ekonomi Syariah sebanyak 22 lulusan. Acara ini dihadiri langsung oleh para Masyaikh Pondok Pesantren Pembangunan Miftahul Huda Cigaru, jajaran pengurus Yayasan K.H. Sufyan Tsauri Majenang, perwakilan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Rokhmadi, M.Ag. serta Prof. Dr. Supriyanto, M.S.I. dari UIN Saizu Purwokerto, dan Kasubdit Ketenagaan Kementerian Agama RI (KEMENAG RI), Aziz Hakim, M.H., yang menyampaikan orasi ilmiah.
Kompas Etika Islam Humanis di Tengah Disrupsi Akal Imitasi
Dalam pidato sambutannya, Rektor IAI K.H. Sufyan Tsauri Majenang, Dr. H. Masngudi, M.E.I., menggarisbawahi bahwa gelar akademik yang disandang para lulusan merupakan amanah peradaban di tengah pesatnya perkembangan otomatisasi dan Akal Imitasi (Artificial Intelligence) yang mulai mengambil alih peran kognitif teknis. Mengutip pandangan sejarawan Yuval Noah Harari serta CEO Open AI Sam Altman, Rektor menekankan bahwa fleksibilitas mental, keseimbangan emosional, validasi kemanusiaan, dan empati adalah kunci utama agar sarjana masa kini tidak tergerus menjadi kelas yang terpinggirkan secara ekonomi (useless class).
“Di sinilah letak relevansi kekuatan visi INSIMA yang berfokus pada Studi Islam Humanis. Sebagai sarjana yang dibentuk dari rahim pendidikan Islam humanis, kalian dituntut untuk hadir memanusiakan manusia. Mesin bisa memproses data, tetapi mesin tidak memiliki empati, kedalaman nurani, dan akhlakul karimah,” tegas Rektor di hadapan sidang senat.
Orientasi pendidikan yang mengintegrasikan nilai keislaman, kemanusiaan, dan keilmuan ini bersenyawa erat dengan arah kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan KEMENAG RI. Dalam arahannya, Kasubdit Ketenagaan KEMENAG RI, Aziz Hakim, M.H., menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam tidak semata diukur dari kecakapan intelektual, melainkan dari kekokohan karakter dan kedalaman spiritual dalam merespons perubahan zaman secara moderat dan lincah (agile).
Menjadi moderat berarti memiliki kebijaksanaan untuk menguasai teknologi tanpa kehilangan pijakan moral, sedangkan menjadi lincah berarti sigap beradaptasi, mempelajari keterampilan baru, serta mengambil peran strategis yang menuntut interaksi sosial sejati demi menebar kemaslahatan rahmatan lil ‘alamin.
Rekognisi Internasional: Dari Riset 37 Negara hingga Ekspansi UMKM ke Pasar Eropa
Komitmen menjadikan INSIMA sebagai kampus progresif tercermin dari laporan capaian akademik, riset, dan kemahasiswaan sepanjang tahun 2026 yang dipaparkan oleh Wakil Rektor I sekaligus Ketua Panitia Wisuda, Dr. Frendi Fernando. Dalam penguatan tridarma perguruan tinggi dan jaringan kerja sama strategis, sivitas akademika INSIMA berhasil mencatatkan rekognisi di panggung nasional maupun global:
-
Inovasi Riset Dosen di Forum Dunia: Dosen INSIMA sukses mempresentasikan riset pada The 12th World Conference on Women’s Studies (WCWS) 2026, sebuah forum akademik internasional bergengsi yang diikuti oleh akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dari 37 negara. Selain itu, riset bertajuk Ghazalian Integrated Curriculum Model (GICM): Reconstructing Al-Ghazali’s Epistemology, Ethics, and Education for Contemporary Character Building berhasil menembus 20 besar pada Kalijaga International Conference on Islamic Education (KAICIE) 2026 dengan rekomendasi publikasi bereputasi.
-
Dominasi Kompetisi Akademik & Kepemimpinan Nasional: Mahasiswa INSIMA berhasil memborong 6 gelar juara pada ajang Islamic & International Educational Festival 2026 (Juara 1 & 2 Karya Ilmiah, Juara 1 & 3 Problem Solving, serta Juara 1 & 2 Lomba Video Pengabdian Masyarakat), sekaligus meraih penghargaan Best Delegate Social Media dan Best Team pada National Student Summit di Universitas Indonesia.
-
Kewirausahaan Mahasiswa Tembus Pasar Eropa: Di sektor ekonomi kreatif, mahasiswa INSIMA berhasil menembus pasar internasional di Eropa melalui program Best Management Works Office Experience Batch 1 setelah lolos kurasi ketat UMKM Indonesia, disusul oleh ekspansi produk kreatif berupa drumset dan gitar elektrik berbahan kayu mangga ke pasar global.
Melalui penguatan tata kelola akademik, pengembangan budaya riset interdisipliner, serta perluasan kemitraan global, IAI K.H. Sufyan Tsauri Majenang terus memantapkan posisinya sebagai pusat kajian Islam humanis yang inklusif, berdampak nyata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
