
Cilacap — Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) kembali meneguhkan kontribusinya dalam penguatan jejaring intelektual Nahdliyin melalui keterlibatan aktif para dosennya dalam kepengurusan organisasi keilmuan. Dalam kegiatan Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Cilacap Masa Khidmat 2026–2030 yang dirangkai dengan Seminar Internasional, empat dosen INSIMA resmi dilantik sebagai bagian dari struktur kepengurusan cabang.
Kegiatan pelantikan yang diselenggarakan di Gedung PKK Sumekar Cilacap tersebut berlangsung khidmat dan bernuansa akademik. Agenda ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya masa khidmat kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi gerakan intelektual berbasis nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dalam merespons tantangan disrupsi digital, krisis otoritas keilmuan, serta perubahan lanskap pendidikan di era teknologi.

Empat dosen INSIMA yang dilantik dalam kepengurusan PC ISNU Cilacap adalah Dr. Frendi Fernando, M.A sebagai Sekretaris PC ISNU Cilacap yang sekaligus juga mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Pelantikan dan Seminar Internasional, Aniroh, S.Ag., M.Si sebagai Wakil Bendahara, serta Fitroh Qudsiyyah, M.Pd.I dan Anisatul Latifah, M.H sebagai anggota Departemen Pemberdayaan Perempuan. Susunan kepengurusan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Pusat ISNU tentang Penetapan Susunan Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten Cilacap Masa Khidmat 2026–2030.
Semula kegiatan ini dijadwalkan dihadiri oleh Bupati Cilacap sekaligus menghadirkan keynote speaker. Namun karena berhalangan hadir, agenda keynote diisi oleh H. Paiman, S.Ag., M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kabupaten Cilacap. Kehadiran beliau sekaligus mewakili unsur pemerintah daerah dan struktur keulamaan, memperkuat sinergi antara dunia pendidikan formal dan kepemimpinan keagamaan.

Dalam penyampaian keynote sekaligus sambutannya, H. Paiman menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi digital, peran ulama dan guru tidak dapat digantikan oleh mesin. Menurutnya, teknologi dapat membantu mempercepat akses dan penyebaran informasi, tetapi tidak mampu menggantikan keteladanan, pembinaan karakter, kedalaman nilai, serta sanad dan metodologi keilmuan yang menjadi fondasi pendidikan. Karena itu, guru, dosen, dan ulama tetap menjadi pilar utama dalam menjaga arah dan kualitas peradaban ilmu.
Pelantikan pengurus PC ISNU Cilacap kali ini memang dirancang tidak berhenti pada aspek seremonial, tetapi dipadukan dengan forum akademik berskala internasional. Hal ini tampak dari penyelenggaraan Seminar Internasional bertema “Intellectual Insecurity and the Crisis of Scholarly Tradition in the Digital Age: Repositioning Muslim Teachers and Scholars in the Global South.” Tema tersebut mengangkat kegelisahan global tentang melemahnya tradisi keilmuan, krisis rujukan akademik, serta tantangan otoritas ilmiah di tengah banjir informasi digital.

Sesi utama seminar menghadirkan Prof. Rohmat, M.Ag., M.Pd dan narasumber internasional Muhammed Ndow yang membahas krisis tradisi keilmuan dari perspektif global south, termasuk dunia Muslim dan negara berkembang. Paparan keduanya menekankan pentingnya menjaga tradisi metodologi ilmiah, etika akademik, serta tanggung jawab intelektual di tengah percepatan teknologi informasi. Diskusi ilmiah berlangsung dinamis di bawah panduan moderator M. Aly Ridho, S.Ag., D.E.S.A yang mengarahkan dialog interaktif antara narasumber dan peserta.
Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, pelantikan dan seminar internasional ini disusun sebagai satu kesatuan agenda strategis yang mencakup pelantikan resmi pengurus, penguatan wacana ilmiah, serta rapat kerja cabang untuk merumuskan arah program lima tahun ke depan. Fokus utamanya meliputi penguatan tradisi keilmuan, literasi digital, etika akademik, dan tanggung jawab intelektual sarjana Muslim di tengah perubahan zaman.
Kepengurusan PC ISNU Cilacap masa khidmat 2026–2030 sendiri mengusung semangat pengabdian intelektual. Keilmuan tidak dimaknai berhenti di ruang akademik, tetapi harus dihadirkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan literasi, advokasi pemikiran, pengembangan pendidikan, dan pemberdayaan sosial. ISNU diposisikan sebagai rumah besar para sarjana lintas disiplin untuk merawat tradisi ilmu sekaligus membangun peradaban.
Keterlibatan Dr. Frendi Fernando, M.A sebagai Sekretaris PC ISNU Cilacap sekaligus Ketua Panitia menunjukkan peran aktif dosen INSIMA sebagai penggerak kegiatan intelektual dan organisatoris. Peran tersebut mencakup perumusan konsep kegiatan, koordinasi narasumber nasional dan internasional, hingga pelaksanaan forum ilmiah. Bersama unsur pengurus dan panitia lainnya, kegiatan berhasil menghadirkan forum pelantikan yang kuat secara organisasi dan berbobot secara akademik.

Partisipasi Aniroh, S.Ag., M.Si dalam unsur bendahara serta Fitroh Qudsiyyah, M.Pd.I dan Anisatul Latifah, M.H dalam Departemen Pemberdayaan Perempuan juga memperlihatkan kontribusi dosen INSIMA dalam penguatan tata kelola organisasi dan agenda pemberdayaan berbasis keilmuan dan sosial. Bidang ini diarahkan untuk mengembangkan program literasi, edukasi, dan penguatan kapasitas perempuan dalam perspektif keilmuan dan nilai keislaman moderat.
Momentum pelantikan ini mempertegas posisi INSIMA sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun sinergi dengan organisasi profesi dan keilmuan. Melalui keterlibatan para dosennya dalam kepengurusan PC ISNU Cilacap, INSIMA memperluas dampak tridarma perguruan tinggi dalam membangun tradisi ilmu, memperkuat literasi digital, serta menumbuhkan budaya akademik yang bertanggung jawab — merawat ilmu, menguatkan nilai, dan membangun peradaban.














