INSIMA – Lembaga Penjamin Mutu (LPM) INSIMA telah menyelesaikan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Awal Perkuliahan untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi perkuliahan pada minggu-minggu awal semester.
Ketua LPM INSIMA, Sarno Hanipudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa hasil evaluasi terhadap berbagai aspek perkuliahan secara umum sangat positif. Mayoritas responden menilai pelaksanaan perkuliahan telah berjalan dengan baik, yang ditandai dengan dominasi kategori ‘sangat jelas’ dan ‘selalu’ pada setiap indikator yang dinilai.
“Pada aspek kontrak, tujuan, dan materi perkuliahan, lebih dari 60% mahasiswa menilai sangat jelas. Ini menunjukkan bahwa dosen telah mampu menyampaikan dasar-dasar penting perkuliahan dengan baik,” ujar Sarno.
Kebermaknaan mata kuliah terhadap kompetensi lulusan juga mendapat penilaian tinggi, dengan 67,2% responden menyatakan ‘sangat jelas’. Hal ini menegaskan adanya keterkaitan yang kuat antara materi yang diajarkan dengan capaian pembelajaran yang diharapkan.
Dosen Dinilai Disiplin dan Responsif
Dari sisi teknis pelaksanaan, dua aspek mendapat apresiasi tertinggi dari mahasiswa. Ketepatan waktu perkuliahan dan kejelasan tata tertib masing-masing meraih nilai 73,9% dalam kategori ‘sangat jelas’. Angka ini mencerminkan disiplin dan konsistensi dosen dalam menjalankan jadwal serta aturan perkuliahan.
Tidak hanya itu, dosen juga dinilai sangat responsif dalam memberikan umpan balik. Sebanyak 77,6% mahasiswa menyatakan bahwa dosen ‘selalu’ memberikan umpan balik yang konstruktif, sebuah indikator krusial yang mendukung peningkatan kualitas proses belajar-mengajar.
Sumber Acuan dan Media Pembelajaran Perlu Perhatian Khusus
Meski secara keseluruhan berjalan baik, evaluasi ini mengungkap beberapa area yang masih perlu perbaikan. Kejelasan sumber acuan atau literatur memperoleh nilai yang relatif rendah, di mana hanya 49,3% mahasiswa yang menilai ‘sangat jelas’, sementara 44% menilai ‘cukup jelas’. Temuan ini mengindikasikan perlunya dosen untuk memperkaya dan mempertegas rujukan yang digunakan, baik buku teks maupun sumber ilmiah terkini.
Aspek media pembelajaran juga dinilai belum optimal. Sebanyak 32,8% mahasiswa menyatakan media yang digunakan masih ‘kurang jelas’, menandakan pentingnya inovasi dalam pemanfaatan media agar materi更容易 dipahami (lebih mudah dipahami) oleh peserta didik.
Kualitas Perkuliahan secara Keseluruhan Baik
Secara keseluruhan, hasil Monev awal ini menggambarkan bahwa kualitas perkuliahan di INSIMA telah berada pada kategori baik hingga sangat baik. LPM menekankan bahwa dengan penguatan pada aspek penyediaan sumber acuan dan kejelasan media pembelajaran, mutu perkuliahan diproyeksikan akan semakin komprehensif.
“Peningkatan pada dua aspek tersebut akan sangat mendukung tercapainya kompetensi lulusan secara lebih maksimal,” tutup Sarno Hanipudin.
Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat terus bersinergi untuk mempertahankan capaian positif dan bersama-sama memperbaiki area yang masih lemah, guna menciptakan lingkungan pembelajaran yang ideal.














