Acara yang berlangsung di halaman Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baitussalam, Wringinharjo, ini memperlihatkan sinergi yang erat antara ketiga pihak. Sementara pengurus Fatayat NU mengelola operasional bank sampah, mahasiswa KKN INSIMA, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa, fokus memberikan materi dan bantuan teknis kepada bagian administrasi.
Fokus utama pendampingan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan bank sampah. Para mahasiswa membantu menerapkan sistem pembukuan yang lebih terstruktur, mulai dari pencatatan pemasukan dari penjualan sampah hingga pembuatan laporan keuangan sederhana yang akuntabel.
Dukungan penuh terhadap program ini juga datang dari pimpinan akademis. ‘Ainul Imronah, M.E., selaku dosen sekaligus Ketua Program Studi Ekonomi Syariah INSIMA, menyatakan dukungannya dengan memberikan arahan dan basis keilmuan kepada para mahasiswa.
“‘Kami sangat mendukung kegiatan ini karena merupakan implementasi langsung dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelas ‘Ainul Imronah. “Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga harus peka dan mampu memberikan solusi praktis terhadap permasalahan ekonomi di tengah masyarakat.”
Para pengurus Bank Sampah Fatayat NU menyambut baik inisiatif ini dan berterima kasih atas dukungan dari pihak universitas dan pemerintah desa. Kegiatan ini menjadi bukti keberhasilan model kerja sama tripartit antara akademisi, pemerintah desa, dan organisasi masyarakat dalam menciptakan program pemberdayaan yang mandiri dan berkelanjutan.














