Lewati ke konten

Bangun Ekosistem Pendidikan Unggul, FTIK INSIMA Jalin Kerja Sama Strategis Bersama UIN Sunan Kalijaga

Beranda / Informasi

YOGYAKARTA – Suasana akademik di Grand Rohan Yogyakarta pada pekan pertama Oktober 2026 tak sekadar menjadi panggung dialektika pemikiran, tetapi juga saksi lahirnya kolaborasi kelembagaan yang konkret. Di tengah semarak perhelatan bergengsi Kalijaga International Conference on Islamic Education (KAICIE) 2026, Institut Agama Islam (IAI) K.H. Sufyan Tsauri Majenang kembali menancapkan tonggak pencapaian strategisnya. Pada Selasa, 6 Oktober 2026, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) INSIMA secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan institusi raksasa, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Momen penandatanganan bersejarah ini dilakukan langsung oleh Dekan FTIK INSIMA, Kartika Wanojaleni, M.Ag., bersama Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Sigit Purnama, M.Pd. Pertemuan kedua pimpinan fakultas ini memancarkan optimisme dan komitmen bersama untuk saling memajukan kualitas pendidikan tinggi Islam di Tanah Air.

Kesepakatan strategis ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pijakan progresif bagi FTIK INSIMA dalam mengakselerasi mutu tata kelola akademis yang berstandar nasional dan sejalan dengan visi besar Kementerian Agama RI. Titik berat dari kemitraan ini difokuskan pada pemutakhiran kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta penguatan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang berdaya guna tinggi.

Ruang lingkup kolaborasi yang disepakati sangat komprehensif, mencakup empat pilar utama: penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya, penyelenggaraan kajian ilmiah berupa seminar dan lokakarya, hingga upaya sistematis dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi dosen maupun mahasiswa.

Dekan FTIK INSIMA, Kartika Wanojaleni, menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti sahih dari determinasi kampus dalam memperluas ekosistem jejaring akademik. “Kerja sama dengan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini merupakan langkah konkret FTIK INSIMA dalam menyelaraskan kurikulum kita menuju standar Outcome-Based Education (OBE). Kami berharap kolaborasi ini terwujud nyata dalam program riset bersama, pertukaran pengalaman akademis, serta penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa,” urai Kartika.

Momentum kerja sama ini terasa semakin esensial karena beririsan langsung dengan peluncuran The Association of Southeast Asian Islamic Education Scholars (ASIES) pada rangkaian agenda KAICIE, 7–8 Oktober 2026. Keterlibatan aktif FTIK INSIMA dalam wadah kolaborasi cendekiawan se-Asia Tenggara ini membuka pintu lebar bagi para akademisi Majenang untuk memproduksi diskursus, melahirkan publikasi internasional, dan berkontribusi memecahkan tantangan pendidikan di era disrupsi.

Ekspansi jejaring kemitraan ini merupakan representasi utuh dari identitas INSIMA kampus progresif yang bertekad kuat menjadi perguruan tinggi unggul dan profesional dalam lanskap keilmuan Islam. Melalui sinergi institusional yang berkelanjutan ini, FTIK INSIMA optimis dapat mencetak lulusan dan tenaga pendidik yang tidak hanya memiliki ketajaman intelektual dan literasi teknologi, tetapi juga berintegritas, membumi, dan mewujudkan nilai-nilai kajian studi Islam humanis yang moderat (rahmatan lil ‘alamin) di tengah dinamika peradaban global.