BerandaInformasi KampusKegiatan MahasiswaInovasi Mahasiswa MBS IAI KH. Sufyan Tsauri: Mengubah Limbah Kotoran Kambing Menjadi...

Inovasi Mahasiswa MBS IAI KH. Sufyan Tsauri: Mengubah Limbah Kotoran Kambing Menjadi Berkah Ekonomi

Karangpucung, Cilacap – Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri berhasil menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil penelitian yang inovatif, bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melalui Pengolahan Kotoran Kambing pada Kelompok Ternak Kambing di Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung.” Acara yang berlangsung di Auditorium IAI KH. Sufyan Tsauri pada 14 September 2024 ini bertujuan untuk mempresentasikan solusi praktis dan berkelanjutan dalam mengelola limbah ternak.

Proposal proyek ini bermula dari permasalahan penumpukan limbah kotoran kambing di Desa Karangpucung, Cilacap, yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan hilangnya potensi pendapatan. Padahal, populasi kambing di Kabupaten Cilacap pada tahun 2021 mencapai 159.943 ekor, menunjukkan potensi ekonomi yang besar. Untuk mengatasi masalah ini, tim MBS mengusulkan sebuah pendekatan partisipatif yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan.

Temuan dan Manfaat Proyek

Hasil diseminasi menunjukkan bahwa proyek ini berhasil memperkenalkan dan mentransfer teknologi pengolahan limbah kotoran dan urin kambing menjadi produk bernilai jual tinggi. Berikut poin-poin penting yang dipaparkan:

Produksi Pupuk Kompos Padat: Para peternak diajarkan cara membuat kompos efektif dari kotoran kambing dengan menggunakan mesin pencacah dan bahan pendukung seperti dolomit, abu, dan EM4. Proses ini tidak hanya mengurangi masalah limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang sangat dibutuhkan untuk kesuburan tanah dan mengatasi kelangkaan pupuk kimia yang mahal.

Pupuk Organik Cair (POC): Urin kambing yang kaya hormon alami diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Pelatihan ini mencakup fermentasi anaerobik untuk menghasilkan POC berkualitas tinggi, yang dapat dimanfaatkan langsung untuk tanaman pertanian.

Biogas Sederhana: Proyek ini juga mengajarkan cara membuat instalasi biogas skala rumah tangga yang sederhana. Limbah kotoran kambing diolah menjadi gas metana untuk bahan bakar kompor, sedangkan sisa fermentasinya dapat digunakan sebagai pupuk organik. Inisiatif ini menawarkan solusi energi terbarukan dan mengurangi pengeluaran rumah tangga.

Tanggapan Positif dari Peserta dan Dosen

Acara ini dihadiri oleh masyarakat Desa Karangpucung, khususnya perwakilan dari Kelompok Ternak Kambing, dan mendapatkan sambutan yang sangat baik. Peserta mengapresiasi inovasi yang ditawarkan karena memberikan solusi praktis untuk masalah yang mereka hadapi sehari-hari, serta membuka peluang ekonomi baru bagi para peternak.

Dosen pendamping menyatakan bahwa program ini sepenuhnya sejalan dengan tujuan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yaitu memecahkan masalah faktual di masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan. Beliau menambahkan, “Kami berharap proyek ini dapat menjadi model berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain, mengubah pandangan terhadap limbah peternakan dari sekadar masalah menjadi aset berharga yang mendukung kesejahteraan masyarakat.”

Dengan keberhasilan diseminasi ini, diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan secara luas untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan di Kabupaten Cilacap.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments