BerandaInformasi KampusPengabdianDosen INSIMA Presentasikan Riset Moderasi Beragama di ICIS 2026

Dosen INSIMA Presentasikan Riset Moderasi Beragama di ICIS 2026

Ponorogo — Dosen Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang, Indri Muflikhatul Khoiriyah, M.Ag., turut berpartisipasi dalam The 4th International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan yang mengusung tema “The Contemporary Discourse on Islamic Studies” tersebut berlangsung pada 2–3 September 2026.

Dalam konferensi tersebut, Indri mempresentasikan artikel berjudul “Rethinking Religious Moderation through Indigenous Philosophy: Exploring a Worldview of Harmony in Kampung Adat Kuta, Ciamis, West Java.” Artikel ini mengkaji kehidupan masyarakat Kampung Adat Kuta yang mempertahankan tradisi leluhur dan aturan adat dalam kehidupan masyarakat yang mayoritas beragama Islam.

Penelitian tersebut memandang filosofi masyarakat adat bukan sekadar kearifan lokal, tetapi sebagai living worldview of harmony yang membentuk cara masyarakat memahami, menjalankan, dan menilai kehidupan. Kajian ini dianalisis melalui empat dimensi, yaitu ontologis, epistemologis, praktis, dan aksiologis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai praktik masyarakat, seperti pamali, tradisi Nyuguh, serta pelestarian lingkungan melalui Leuweung Gede. Praktik tersebut juga memperlihatkan adanya hubungan yang saling melengkapi antara tradisi adat dan nilai-nilai Islam dalam membangun toleransi, saling menghormati, kepedulian terhadap lingkungan, dan kehidupan bersama secara damai.

Melalui penelitian ini, Indri menawarkan perspektif bahwa moderasi beragama tidak hanya dapat dipahami melalui aturan atau pendekatan formal, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang tumbuh dari pengalaman dan praktik masyarakat. Perspektif tersebut menjadi dasar gagasan rethinking religious moderation, yaitu memikirkan kembali moderasi beragama dengan menjadikan filosofi masyarakat adat sebagai salah satu sumber pengetahuan.

Keikutsertaan Indri dalam ICIS 2026 menjadi bagian dari kontribusi akademik INSIMA dalam memperluas kajian Islam yang berangkat dari konteks lokal. Penelitian tentang Kampung Adat Kuta sekaligus menunjukkan bahwa pengetahuan dan praktik masyarakat adat memiliki relevansi dalam memahami kehidupan keagamaan dan membangun kehidupan sosial yang harmonis.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments