Lewati ke konten

Perkuat Visi Kampus Progresif, Drs. H. Khamid Alwi, M.Ag Terpilih Nahkodai Senat Akademik INSIMA

Beranda / Informasi

Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) kembali melangkah maju dalam memantapkan tata kelola kelembagaannya sebagai tindak lanjut konkret untuk mewujudkan budaya akademik yang kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada hari Rabu, 16 September 2026, nuansa khidmat menyelimuti ruang rapat Rektorat tatkala suksesi kepemimpinan Senat Akademik resmi diselenggarakan. Rektor INSIMA, Dr. H. Masngudi, M.E.I., secara langsung melantik Drs. H. Khamid Alwi, M.Ag. sebagai Ketua Senat Akademik yang baru. Momentum strategis ini turut disaksikan secara langsung oleh Ketua Yayasan K.H. Sufyan Tsauri Majenang, Drs. H. Masyhud, M.Ag., serta Wakil Rektor II, Mohamad Habib, M.S.I. Kehadiran pucuk pimpinan ini menegaskan soliditas utuh antara rektorat dan Yayasan Kyai Haji Sufyan Tsauri Majenang dalam upaya mengabdi dan mencerdaskan kehidupan berbangsa melalui jalur pendidikan formal.

Dinamika suksesi ini pada hakikatnya merupakan langkah organisatoris untuk merawat masa khidmat kepengurusan periode 2024-2028 dengan formasi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Terdapat pergeseran struktural yang elegan di tubuh senat; posisi Ketua Senat Akademik yang sebelumnya dijabat oleh Drs. H. Tahrir, M.Pd.I., kini secara definitif diestafetkan kepada Drs. H. Khamid Alwi, M.Ag. Sementara itu, Bapak Tahrir diamanahkan untuk mengisi kekosongan jabatan pada Komisi A bidang Akademik, posisi krusial yang sebelumnya diemban oleh almarhum Bapak Suratman. Rotasi silang ini dinilai sebagai manuver manajerial yang matang guna merawat muruah senat, merajut kesinambungan program kerja, serta memastikan roda tata kehidupan akademik tetap berputar maksimal dengan tetap mempertahankan sentuhan kebijaksanaan dari para pendahulunya. Hal ini sangat sejalan dengan misi kampus untuk terus menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan profesional berbasis pada prinsip-prinsip Islam yang humanis.

Penyegaran formasi senat ini menjadi instrumen esensial bagi akselerasi mutu INSIMA, terlebih pasca-alih bentuk kelembagaan yang secara resmi disahkan melalui Keputusan Menteri Agama nomor 661 Tahun 2024. Sebagai lembaga pendidikan di bawah binaan institusional Kementerian Agama RI, INSIMA senantiasa dituntut untuk taat pada standar mutu sekaligus lincah dalam merespons tantangan zaman. Secara historis, kampus ini digagas untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya dari wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat, agar mendapatkan kesempatan melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi dengan akses yang terjangkau. Oleh karenanya, struktur senat yang solid menjadi motor penggerak yang vital. Transformasi kepemimpinan ini diyakini akan semakin mengukuhkan identitas INSIMA kampus progresif yang senantiasa mewarisi dan menghidupkan spirit juang Kyai Haji Sufyan Tsauri, sosok pahlawan sekaligus tokoh pendidikan nasional.

Dalam arahan pasca-pelantikan, Rektor Dr. H. Masngudi, M.E.I. menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Bapak Tahrir, sekaligus menaruh optimisme tinggi pada nakhoda baru. “Pergeseran formasi ini adalah manifestasi dari komitmen kolektif kita untuk terus bergerak maju. Kepada Bapak Alwi, kami menitipkan amanah agar Senat Akademik terus menjadi suluh pijar yang menerangi Visi kita, yakni menjadi Perguruan Tinggi yang Profesional, Progresif dan Unggul dalam Kajian Studi Islam Humanis. Senat memiliki peran sentral untuk menciptakan inovasi dalam pengajaran dan penelitian studi Islam yang berbasis pada prinsip-prinsip humanisme. Harmoni antara organ rektorat dan senat adalah fondasi utamanya,” tegas Rektor INSIMA dengan penuh harap.

Menjawab mandat tersebut, Drs. H. Khamid Alwi, M.Ag. menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi merawat iklim intelektual yang dialektis dan membumi di lingkungan kampus. “Ini adalah kerja-kerja kolektif peradaban. Dengan dukungan pengalaman Bapak Tahrir di Komisi A serta bimbingan dari seluruh elemen pimpinan, kami akan berupaya merumuskan regulasi akademik agar kampus ini konsisten menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang studi Islam dengan pendekatan humanis. Setiap kebijakan kita harus bermuara pada integrasi nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan keilmuan untuk menjawab tantangan kontemporer secara progresif,” tuturnya penuh optimisme. Melalui napas kepemimpinan senat yang baru, publik civitas akademika meyakini bahwa INSIMA akan terus memantapkan pijakannya sebagai pusat kajian Islam humanis.