MAJENANG (16/11) – Upaya penanganan bencana longsor Cibeunying memasuki babak baru yang lebih masif. Senin (16/11), Gedung Kampus Institut Agama Islam Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang resmi bertransformasi menjadi markas strategis bagi ratusan relawan lintas daerah dan lintas instansi.
Tidak hanya menjadi posko logistik, ruang-ruang kelas di INSIMA kini menjadi rumah sementara bagi para pejuang kemanusiaan. Gelombang relawan terus berdatangan, mulai dari rombongan besar AGL (Aksi Gabungan Relawan) Solo Raya, tim relawan dari Bogor, berbagai komunitas Pecinta Alam, hingga para Alumni INSIMA yang terpanggil pulang untuk mengabdi pada almamater dan tanah kelahirannya.
Sinergi ini menegaskan peran vital INSIMA di tengah operasi tanggap darurat yang juga didukung teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh BNPB. “Kampus ini terbuka 24 jam. Kami menyediakan tempat istirahat dan koordinasi agar rekan-rekan relawan dari Bogor, Solo, maupun alumni bisa fokus pada misi pencarian tanpa pusing memikirkan akomodasi,” ujar koordinator Posko INSIMA, Dr. Frendi Fernando. Kehadiran beragam elemen ini menjadi energi tambahan yang krusial untuk menembus medan longsoran yang masih labil.














