Majenang, 4 Oktober 2024 – Suasana akademik di Aula STAIS Sufyan Tsauri Majenang pada hari Jumat yang cerah ini begitu hidup. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dengan bangga menyelenggarakan agenda Dosen Tamu dan Tenaga Ahli yang sangat dinanti, menghadirkan Umar Fatoni, M.Pd., seorang Pengawas Sekolah Sidareja yang dikenal luas karena kepakarannya di bidang pengembangan dan implementasi kurikulum. Dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, para mahasiswa dan dosen PGMI disuguhi sesi mendalam tentang Telaah Kurikulum MI/SD, sebuah mata kuliah krusial yang membentuk fondasi kompetensi calon guru.
Kedatangan Bapak Umar Fatoni bukan sekadar formalitas. Beliau datang membawa segudang pengalaman praktis dan wawasan teoretis yang tak ternilai dalam menelaah kurikulum pendidikan dasar. Dalam paparannya, beliau tidak hanya menjelaskan konsep dasar, tetapi juga mengajak peserta untuk menggali lebih dalam tentang filosofi di balik setiap komponen kurikulum, tantangan dalam implementasinya di lapangan, serta strategi adaptasi yang efektif. Diskusi interaktif yang terbangun selama sesi tersebut menunjukkan betapa relevan dan mendesaknya pemahaman mendalam tentang kurikulum bagi para calon pendidik.
Dukungan Penuh untuk Peningkatan Kualitas Akademik
Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen STAIS Sufyan Tsauri Majenang, khususnya Program Studi PGMI, dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kaya dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini. Ketua STAIS Sufyan Tsauri Majenang turut hadir memberikan dukungan penuh, menandakan bahwa institusi sangat serius dalam memfasilitasi peningkatan kualitas akademik dan profesionalisme mahasiswanya. “Kami percaya, dengan menghadirkan para ahli seperti Bapak Umar Fatoni, kami tidak hanya memperkaya wawasan teoretis mahasiswa, tetapi juga membekali mereka dengan perspektif praktis yang sangat dibutuhkan saat mereka terjun ke lapangan nanti,” ujar Ketua STAIS dalam sambutannya.
Kehadiran Bapak Umar Fatoni juga menjadi jembatan penting antara teori di kampus dengan praktik di lapangan. Beliau berbagi studi kasus, pengalaman nyata dari proses pengawasan kurikulum di berbagai sekolah, hingga tips praktis dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sebuah kurikulum. Ini sangat berharga bagi mahasiswa PGMI yang akan menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi masa depan di tingkat Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar.
Melalui kegiatan Dosen Tamu dan Tenaga Ahli ini, diharapkan mahasiswa PGMI tidak hanya memahami kurikulum secara tekstual, tetapi juga mampu menelaahnya secara kritis, mengadaptasinya dengan konteks lokal, dan pada akhirnya, menjadi inovator dalam pendidikan. Sesi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus belajar dan berinovasi demi pendidikan yang lebih baik.














