Pemandangan berbeda mewarnai kampus Institut Agama Islam Sufyan Tsauri (INSIMA) Majenang pada Kamis (27/11/2025). Sejak pagi, keheningan yang biasa menyelimuti ruang akademik pecah oleh denyut semangat ratusan mahasiswa. Lorong-lorong fakultas, lobi, hingga celah sempit di sudut kampus penuh sesak oleh mahasiswa yang tengah muthola’ah (mengkaji ulang) materi. Mereka bukan sedang sekadar menghafal, melainkan tengah menata nalar untuk menghadapi Ujian Komprehensif Tahun 2025.

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) INSIMA mencatat, kegiatan krusial ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari 63 mahasiswa Program Studi PAI, 14 mahasiswa PIAUD, dan 23 mahasiswa Ekonomi Syariah. Di balik angka tersebut, tersimpan cerita perjuangan. Wajah-wajah tegang namun antusias menyiratkan kesadaran bahwa ujian ini bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan sebuah pertanggungjawaban akademik.
Ujian yang berlangsung dalam dua sesi ini dirancang untuk menguji kedalaman ilmu secara holistik. Metode “Sistem Kebut Semalam” (SKS) tak lagi berlaku di sini. Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan elaborasi kompleks dan retorika yang matang. Hal ini sejalan dengan visi INSIMA sebagai kampus yang progresif dan unggul, di mana kualitas lulusan diukur dari ketajaman analisis dan integritasnya.

Ketua LPM INSIMA Majenang, Sarno Hanipudin, M.Pd.I., menegaskan bahwa standar ujian tahun ini disusun secara objektif untuk memastikan mutu lulusan. “Tujuan utamanya adalah mengukur kemampuan mahasiswa, baik penguasaan teori maupun kesiapan mental menghadapi tantangan dunia profesional,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen kampus untuk mencetak sarjana yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga siap terjun ke masyarakat dengan pendekatan humanis.

Proses evaluasi ini berjalan hikmat berkat dukungan penuh para dosen penguji. Melalui ujian komprehensif ini, INSIMA tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi melahirkan calon pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, dan siap menebar kebermanfaatan sesuai nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.















