Karangpucung, 9 September 2024 — Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri (INSIMA) sukses menyelenggarakan seminar interaktif bertema “Ekonomi Islam dan Tantangannya.” Kegiatan ini diadakan di Auditorium INSIMA dan bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu Majelis Taklim Masjid Raudhatul Jannah di Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, dengan memberikan pemahaman tentang ekonomi syariah.
Seminar ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) yang dipimpin oleh dosen INSIMA, Ainul Imronah, M.E. Pemilihan tema ini didasarkan pada kebutuhan untuk memberikan solusi praktis terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat Desa Surusunda. Tantangan ini mencakup isu-isu di tingkat rumah tangga, seperti perencanaan keuangan yang kurang optimal, hingga masalah makro di tingkat desa seperti isu infrastruktur dan tata kelola yang kurang transparan.
Dengan narasumber utama Ainul Imronah, M.E., seminar ini menekankan bagaimana prinsip-prinsip ekonomi syariah seperti keadilan dan transparansi dapat menjadi landasan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Materi seminar dibagi menjadi beberapa sesi yang interaktif dan mudah dipahami, antara lain:
Pengantar Ekonomi Islam: Sesi ini membahas tiga prinsip utama ekonomi syariah: keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan, serta larangan riba.
Literasi Keuangan Keluarga Berbasis Syariah: Peserta diajarkan strategi praktis dalam mengelola keuangan rumah tangga, termasuk cara membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membuat skala prioritas bulanan.
Peluang Usaha Mikro dan Lembaga Keuangan Syariah: Sesi ini memperkenalkan berbagai model pemberdayaan ekonomi, seperti industri rumahan, serta peran lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) seperti Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang menyediakan pembiayaan bebas riba. Khusus untuk para petani, dijelaskan pula skema pembiayaan adil seperti muzara’ah dan musaqah.
Ibu-ibu Majelis Taklim dipilih sebagai peserta karena peran sentral mereka sebagai manajer keuangan rumah tangga dan potensi mereka sebagai agen perubahan ekonomi di lingkungan desa. Tim pelaksana berharap, dengan peningkatan literasi ini, ibu-ibu dapat mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik dan mengidentifikasi peluang usaha mikro berbasis syariah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Kegiatan ini sejalan dengan visi IAIKHASS untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus menjadi wujud nyata dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.














