BerandaInformasi KampusPengabdianDosen INSIMA Laksanakan Pengabdian Internasional, Perkuat Karakter Ekoteologi Anak PMI di Malaysia

Dosen INSIMA Laksanakan Pengabdian Internasional, Perkuat Karakter Ekoteologi Anak PMI di Malaysia

Kuala Lumpur, 2 Juli 2026 – Institut Agama Islam K.H. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas kiprah internasional melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Tahun 2026. Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin pada tahun sebelumnya dengan berbagai mitra pendidikan Indonesia di Malaysia, INSIMA secara resmi mengantarkan mahasiswa peserta KKN ke Sanggar Bimbingan (SB) Pantai Dalam, Kuala Lumpur. Program ini merupakan keberlanjutan dari upaya internasionalisasi INSIMA dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebelum menuju lokasi penempatan mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Internasional, Dr. Frendi Fernando, M.A., melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur serta Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Dalam kesempatan tersebut, Dr. Frendi bertemu dengan Bapak Haidir Ali selaku perwakilan SIKL untuk membahas sinergi pelaksanaan program KKN Internasional INSIMA tahun 2026 sekaligus memperkuat kolaborasi yang telah terjalin sejak tahun sebelumnya. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan kerja sama pendidikan Indonesia di Malaysia.

Pada hari yang sama, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) INSIMA, yaitu Renal Adam Rizki dan Muhammad Aqil, secara resmi diantarkan menuju lokasi pengabdian di Sanggar Bimbingan Pantai Dalam. Kehadiran kedua mahasiswa tersebut disambut dengan penuh kehangatan oleh keluarga besar Sanggar Bimbingan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pengabdian mahasiswa Indonesia bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Prosesi penyerahan mahasiswa dilakukan kepada Koordinator Guru Sanggar Bimbingan Pantai Dalam, Ach Izzul Islam Azis, yang menerima kedua mahasiswa dengan baik dan penuh antusias. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan INSIMA yang kembali menjadikan Sanggar Bimbingan Pantai Dalam sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Diharapkan kehadiran mahasiswa INSIMA mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman bagi anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.


Tidak hanya mengantarkan mahasiswa, Frendi juga melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama siswa-siswi Sanggar Bimbingan Pantai Dalam. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Karakter Ekoteologi pada Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sanggar Bimbingan Pantai Dalam Malaysia.”

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan. Materi yang disampaikan mengintegrasikan ajaran Islam tentang amanah sebagai khalifah di bumi dengan praktik sederhana dalam menjaga kebersihan, mencintai alam, mengurangi sampah, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Pendekatan pembelajaran yang interaktif membuat siswa antusias mengikuti setiap sesi, sehingga nilai-nilai ekoteologi dapat dipahami secara kontekstual dan aplikatif.

 

Frendi menyampaikan bahwa penguatan karakter ekoteologi menjadi salah satu bentuk kontribusi INSIMA dalam membangun generasi Indonesia yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Anak-anak Pekerja Migran Indonesia merupakan aset bangsa yang harus memperoleh pendidikan karakter yang utuh. Melalui pendekatan ekoteologi, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,” ujarnya.

Pelaksanaan KKN Internasional INSIMA tahun 2026 diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi mahasiswa sebagai wahana pembelajaran lintas budaya maupun bagi masyarakat Indonesia di Malaysia, khususnya anak-anak yang mengikuti pendidikan di Sanggar Bimbingan. Selain meningkatkan kompetensi global mahasiswa, program ini juga memperkuat peran INSIMA dalam mendukung diplomasi pendidikan Indonesia melalui kegiatan pengabdian yang berdampak langsung kepada masyarakat Indonesia di luar negeri.

Keberlanjutan program KKN Internasional ini menjadi bukti bahwa INSIMA terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global. Melalui sinergi dengan KBRI Kuala Lumpur, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), serta berbagai Sanggar Bimbingan di Malaysia, INSIMA berharap kerja sama internasional ini semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat Indonesia di tingkat internasional.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments