BerandaInformasi KampusPengabdianGo Internasional, dosen INSIMA siapkan Celengan Impian Cilik di ICC Negeri Sembilan,...

Go Internasional, dosen INSIMA siapkan Celengan Impian Cilik di ICC Negeri Sembilan, Kuala Lumpur, Malaysia

KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Masalah keterbatasan akses pendidikan formal dan kerentanan ekonomi yang membayangi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia memicu lahirnya gerakan kepedulian dari kalangan akademisi tanah air. Pada Kamis (2/7/2026), sebuah program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertajuk “Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Berbasis Modifikasi Perilaku untuk Anak Migran”sukses digelar di Indonesian Cultural Center (ICC) Negeri Sembilan, kawasan metropolitan Kuala Lumpur, Malaysia.

Program inovatif ini diinisiasi dan dipimpin langsung oleh ‘Ainul Imronah, seorang dosen profesional sekaligus peneliti ekonomi syariah dari Indonesia. Kegiatan ini menyasar belasan anak-anak generasi penerus PMI usia sekolah dasar yang selama ini menempuh jalur pendidikan non-formal di sanggar belajar setempat.

Mengubah Perilaku Melalui Metode “Tiga Kotak”

Dalam pemaparannya, ‘Ainul Imronah menegaskan bahwa edukasi keuangan untuk anak-anak migran tidak boleh terjebak pada rumus-rumus akuntansi atau matematika yang rumit. Pendekatan yang paling efektif adalah melalui aspek psikologi perilaku dan gamifikasi yang menyenangkan.

“Anak-anak ini tumbuh di era digital yang penuh dengan paparan konsumtif. Melalui program ini, kita melakukan modifikasi perilaku agar mereka mampu membedakan secara tegas mana yang merupakan kebutuhan (needs) dan mana yang sekadar keinginan (wants),” ujar ‘Ainul di sela-sela kegiatan.

Anak-anak peserta pelatihan diajak bermain peran (role-playing) menggunakan simulasi keranjang belanja digital untuk melatih skala prioritas pengeluaran. Selain itu, mereka dibimbing langsung untuk membuat dan menghias alat peraga mandiri berupa “Celengan Impian Tiga Kotak (3-S)”, yang membagi alokasi uang saku harian menjadi tiga pos utama: Saving (Menabung untuk masa depan), Spending (Belanja kebutuhan harian di sekolah), dan Sharing (Dana sosial untuk melatih empati sesama umat).

Menanamkan Nilai Tawazun dan Masa Depan Berkah

Sebagai akademisi yang fokus pada ekonomi Islam, ‘Ainul juga menyisipkan nilai-nilai teologis muamalah, seperti prinsip Tawazun (keseimbangan) dalam mengelola harta, serta larangan berbuat mubazir (Tabzir) dan berlebih-lebihan (Israf).

Melalui media pelacak keuangan mini berbentuk “Buku Jurnal Saku Pintar”, anak-anak diajarkan berkomitmen untuk mencatat arus uang masuk dan keluar setiap hari. Pola pencatatan minimalis ini diharapkan dapat melahirkan karakter Amanah (integritas) dan Itqan (disiplin) sejak dini.

Pihak pengelola sanggar belajar dan perwakilan tokoh masyarakat di bawah naungan KBRI menyambut baik inisiasi ini. Program ini dinilai memberikan dampak taktis (kecakapan hidup) bagi anak-anak migran, sekaligus menjadi benteng pertahanan mental agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mandiri secara finansial saat kelak kembali ke tanah air.

Untuk menjaga keberlanjutan program, ‘Ainul juga menyerahkan modul panduan mengajar literasi keuangan kepada guru pamong lokal di ICC Negeri Sembilan, sehingga pemantauan celengan dan jurnal saku siswa dapat terus berjalan secara konsisten setiap akhir pekan.

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments